REPORTASE8.com, JAMBI – Suhu perpolitikan mulai memanas, tahapan pun terus bergerak maju sesuai agenda yang telah di tetapkan, memanasnya suhu perpolitikan ini pun harus di antisipasi bersama terlebih bagi penyelenggara. Dimana dalam tahun yang sama akan digelar pesta demokrasi secara bersamaan yakni pemilihan umum yang dalam hal ini memilih Presiden dan Wakil Presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kota/Kabupaten.
Setiap partai politik sudah memulai menggerakan mesin partai dengan membahas secara internal kepartaian siapa-siapa saja calon yang akan diusung dalam kontestasi wakil rakyat di 2024.
Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Jambi, telah membuka program pencalegkan. Dengan pencalegkan itu, Partai Golkar Jambi menargetkan meraih Pimpinan kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi dalam Pemilu 2024.
Dalam proses pencalegkan tersebut terdapat beberapa nama yang tidak lolos dalam tahapan seleksi, salah satunya nama yang tidak asing lagi di telinga masyarakat Jambi yakni Farti Suandri.
Sosok Farti Suandri yang merupakan kader Partai Golkar ini sekaligus menjabat Bendahara Umum Kosgoro Jambi tersebut tidak lolos di dekat detik terakhir penutupan bacaleg untuk DPRD Provinsi Jambi Dapil Kota Jambi.
Farti Saundri yang akrab disapa Bujang Farti sendiri diketahui telah malang melintang 40 tahun di birokrat, dan mempunyai segudang pengalaman baik di pemerintahan, maupun ditingkat Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Farti Suandri pun telah menjabat sebagai Ketua Umum di 10 ormas.
Tetapi dengan segudang pengalamannya tidak cukup dalam proses seleksi pencalekan, kenyataannya tidak segampang balik tangan.
Saat dihubungi oleh awak media via telepon perihal tidak lolos dalam pencalegkan, Farti pun mengatakan “Saya tidak berminat lagi untuk ikut Caleg DPRD Provinsi Jambi dari Partai Golkar, dikarenakan juga kepengurusan Partai Golkar Provinsi Jambi tersebut, belum dilantik oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, dalam hal ini Airlangga Hartarto, Artinya bahwa Ketua DPD I Provinsi Jambi masih (PLT) jadi sangat di ragukan keabsahan Cek Endra selaku Ketua DPD I Partai Golkar Jambi, disamping itu juga DPD Partai Golkar Provinsi Jambi melakukan kegiatan kegiatan sangatlah minim, untuk menarik simpati masyarakat kepada Partai Golkar Jambi, disamping itu juga didalam internal Partai Golkar Jambi masih banyak PR yang dilakukan belum pernah sama sekali dilaksanakan Rakerda dan mengakibatkan Partai Golkar Jambi tidak tertata dan kordinir (dadakan) sehingga mesin partai Golkar Jambi akan tersendat sendat sehingga Partai Golkar sendiri tidak diminati oleh masyarakat Jambi” kata Farti.
Farti juga menyampikan bahwa “Konsolidasi Partai Golkar Jambi, sangat tidak terukur baik di tingkat Kab/Kota, karena dibawah Kepemimpinan Cek Endra sudah menjalankan lebih masa periode kepemimpinan Partai Golkar Jambi belum pernah sama sekali melalukan kegiatan Perkaderan,sangat disayangkan Partai Golkar Jambi banyak sekali membajak kader Partai lain sehingga kader murni terabaikan”
Farti pun mempertanyakan ” Apakah DPD tingkat II Kabupaten/Kota yang di lantik oleh Cek Endra, bisa di akui keabsahannya? Sementara Cek Endra sendiri belum dilantik oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar. Perlu KPU Provinsi Jambi mempertanyakan ke KPU RI terkait tentang hal tersebut. Hal ini apakah bisa di terima apa tidak untuk para Caleg dari Partai Golkar Provinsi Jambi tersebut”ungkap Farti.
Media pun mencoba mengkonfirmasi via whatshapp terkait alasan tidak lolosnya Farti Suandri dalam proses pencalegkan di Partai Golkar kepada Pahrul Rozi selaku Sekretaris DPD Partai Golkar.
Pahrul Rozi menyampaikan secara singkat bahwa “Itu hasil pembahasan tim sinkronisasi DPD Partai GOLKAR Provinsi Jambi” jawabnya. Senin,(8/5)
Sampai dengan saat ini belum ada konfirmasi dari Cek Endra selaku ketua DPD Partai Golkar Jambi, terkait perihal ini, setelah awak media mencoba mnghubungi via whatshapp.













Discussion about this post