Jakarta, Reportase8.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan bencana pada periode Sabtu hingga Minggu, 17-18 Oktober 2026. Laporan kejadian bencana masih didominasi oleh laporan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Karhutla di wilayah pegunungan terjadi di lereng Gunung Lawu, tepatnya di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Kamis (15/10). Api menyambar vegetasi rumput alang-alang yang kering dan tanaman pinus. Kebakaran ini diketahui pertama kali pada pukul 10.00 WIB.
Laporan sementara per Sabtu (17/10) oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, lahan terbakar mencapai 200 hektare (ha). Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Karanganyar bersama TNI, PoIri, Perhutani, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat melakukan upaya pemadaman dengan membagi tim menjadi empat regu untuk empat titik pemadaman.
Saat ini, upaya pemadaman terkendala kondisi cuaca dimana angin bertiup cukup besar, akses lokasi yang sulit dijangkau, dan vegetasi kering yang mudah terbakar. Tim gabungan membuat sekat atau ilaran di sekitar lokasi untuk mencegah perambatan api ke titik lain.
Karhutla di wilayah pegunungan juga terjadi di lereng Gunung Arjuno, Jawa Timur, pada Kamis (15/10) sekitar pukul 12.00 WIB. Lokasi terdampak meliputi dua desa di dua kabupaten yaitu Desa Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, dan Desa Singosari, Kecamatan Singosari, kabupaten Malang. Kerugian material dan taksiran luas lahan terbakar masih dalam pendataan oleh BPBD setempat. Pada upaya pemadaman ini, tim gabungan terkendala medan yang sulit dijangkau dan minimnya sumber air. Hingga Sabtu (17/10), api belum padam dan masih dilakukan pendataan dan penanganan.
Masih di wilayah Provinsi Jawa Timur, karhutla turut melanda kawasan hutan tepatnya di sekitar Petak 75B RPH Junggo di Desa Giripurno, Kecamatan Batu, dan Bon 12 RPH Oro-oro Ombo di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Desa Punten dan Desa Gunungsari di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Tim gabungan dari BPBD Kota Batu, Perhutani, Polri perangkat desa, relawa, dan warga bekerja sama melaksanakan pemadaman. Pada Sabtu (17/10) api berhasil dipadamkan.
Berdasarkan pendataan oleh otoritas setempat, total lahan terbakar seluas ± 14,3 ha lahan hutan produksi yang terbakar dengan rincian, Desa Giripurno selus 9,25 ha, Desa Tlekung seluas 1,5 ha, Desa Punten seluas 0,35 ha, dan Desa Gunungsari seluas 3.2 ha.
Di tengah teriknya cuaca akibat fenomena EL Nino yang terjadi saat ini, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka ladang dengan cara membakar guna mencegah terjadinya karhutla. Jangan membuang putung rokok sembarangan dan pastikan bara api telah padam sempurna sebelum membuang.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi kering di masa musim kemarau saat ini. Isi cadangan air saat pasokan masih tersedia, gunakan air sesuai kebutuhan, perbaiki keran atau pipa yang bocor, dan gunakan kembali air bekas yang masih layak (misalnya air cucian sayur untuk menyiram tanaman).
BNPB juga mengimbau agar masyarakat juga tetap waspada terhadap kemungkinan bencana geologi seperti gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan dan senantiasa memantau pembaruan informasi dari sumber resmi dan terpercaya, seperti BNPB, BPBD dan BMKG.












Discussion about this post