JAMBI, Reportase8.com – Setiap tahun, komunitas Tionghoa merayakan sekaligus melestarikan budaya turun temurun nenek moyang mereka, Imlek. Imlek merupakan perayaan tahun baru yang diwarnai oleh tradisi budaya Tionghoa dan memiliki nilai budaya yang kaya. Perayaan Imlek dilaksanakan berdasarkan kalender lunar (kalender tradisi keagamaan dan budaya) Tionghoa, dan tanggalnya tidak menentu. Biasanya tahun baru Imlek dilihat pada bulan purnama yang jatuh pada bulan pertama kalender lunar Tionghoa.
Tahun ini, perayaan Imlek 2575 Kongzili jatuh pada tanggal 10 Februari 2024. Berbagai macam persiapan perayaan imlek seperti berbagi angpao, membersihkan rumah untuk menghilangkan energi negatif dan harapan menyambut keberuntungan, serta menyiapkan berbagai dekorasi berwana merah dan emas yang melambangkan keberuntungan dan keberkatan.
Belasan rumah ibadah umat Khonghucu di Kota Jambi bersolek untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili.
Imlek 2024 ini akan dirayakan pada Sabtu (10/2/2024) besok.
Setidaknya ada 12 Kelenteng dibawah binaan Majelis Tinggi Agama Konghucu (MATAKIN) Kota Jambi yang saat ini tengah dipersiapkan untuk etnis Tionghoa.
Kelenteng itu diantaranya MAKIN Hok Sin Tong, MAKIN Hok Kheng Tong, MAKIN Sai Cee Tian, MAKIN Leng Chun Keng, MAKIN Beng Shan Bio.
Berikutnya, MAKIN Sen To Keng, MAKIN Gi Hong Tong, MAKIN Lam Po Tong, MAKIN Kuang Ling Miao, MAKIN Po Seng Tai Tee, MAKIN Kwa Leng Bio dan MAKIN Tai Hian Wi Leng Keng.
Sekretaris Majelis Tinggi Agama Konghucu (MATAKIN) Kota Jambi, Johan Taswin mengatakan MATAKIN Kota Jambi membawahi 12 kelenteng yang tersebar diberbagai kecamatan.
“Rumah-rumah ibadah sudah siap dari jauh-jauh hari. Pihak pengurus sudah ancang-ancang sebulan menjelang perayaan imlek,” katanya, Jumat (9/2/2024).
Dalam persiapan ini, ia menekankan kegotong-royongan antar umat di seputaran kelenteng untuk menjaga kebersihan, melakukan pemeliharaan ruangan dan penataan atribut di rumah ibadah tersebut agar dimeriahkan.
“Nah, ini sudah mendekati hari H jadi para pengurus sudah menyiapkan sajian untuk persembahyangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan tak banyak perubahan dibanding perayaan imlek tahun lalu, Pasalnya Tahun Baru Imlek ini untuk menjalin silahturahmi dan memperkuat hubungan baik antar umat.
“Meski di situasi Pemilu. Kalau beda pilihan dan siapa pun yang menang bagi umat MATAKIN tidak jadi masalah, yang penting tetap kondusif, menjaga kebersamaan dalam hubungan saudara,” tutupnya.













Discussion about this post